Cara Install dan Konfigurasi PNETLab di Proxmox VE

 

PNETLab : Lab is Simple 

Install dan Konfigurasi PNETLab di Proxmox VE

Definisi

PNETLab (Packet Network Emulator Laboratory) adalah platform emulasi jaringan berbasis web yang memungkinkan kita untuk mensimulasikan berbagai perangkat jaringan mulai dari Cisco, Mikrotik, Juniper, hingga perangkat security dan server. PNETLab berjalan di atas sistem operasi Ubuntu dan sangat populer di kalangan network engineer karena fleksibilitasnya dalam menjalankan berbagai jenis image virtual.

Tujuan

Tujuan utama instalasi PNETLab di atas Proxmox adalah untuk menciptakan environment lab jaringan yang terpusat dan high-performance. Dengan menggunakan Proxmox, kita bisa memanfaatkan fitur Nested Virtualization agar PNETLab bisa menjalankan node-node berat (seperti QEMU/KVM) dengan kecepatan maksimal, seolah-olah berjalan langsung di atas hardware asli.

Kelebihan & Kekurangan

KelebihanKekurangan
Interface Modern: UI berbasis web yang intuitif dan kaya fitur.Resource Hungry: Butuh RAM besar jika menjalankan banyak node QEMU.
Store Terintegrasi: Memudahkan download topologi lab yang sudah jadi.Initial Setup: Membutuhkan ketelitian ekstra pada konfigurasi awal internet/captcha.
Multi-Protocol: Mendukung IOL, IOS, QEMU, Dynamips, dan Docker.Learning Curve: Perlu pemahaman tentang struktur direktori Linux untuk menambah image.

Konsep

Konsep dasar instalasi ini adalah Virtualization inside Virtualization (Nested). Proxmox bertindak sebagai Level 1 Hypervisor, dan PNETLab bertindak sebagai Level 2 Hypervisor. Agar node di dalam PNETLab (seperti Cisco ASAv atau Mikrotik CHR) bisa berjalan, CPU Type pada VM PNETLab harus diatur ke mode Host agar instruksi virtualisasi diteruskan secara transparan.

Workflow

  1. Preparation: Cek dukungan Nested Virtualization di Proxmox.

  2. Deployment: Import file OVA PNETLab ke storage Proxmox.

  3. Hardware Tuning: Konfigurasi CPU Type (Host) dan RAM minimal 8GB.

  4. Network Setup: Konfigurasi IP, DNS, dan aktivasi Online Mode (Captcha).

  5. Image Integration: Upload file IOL/QEMU/Dynamips dan perbaikan izin (permissions).

Tutorial

Langkah 1: Aktifkan Nested Virtualization di Proxmox

Buka Shell Proxmox dan pastikan fitur nested aktif agar QEMU di dalam PNETLab bisa jalan kencang:

# Untuk Intel
cat /sys/module/kvm_intel/parameters/nested
# Output harus 'Y' atau '1'. Jika 'N', aktifkan via modprobe.

Langkah 2: Import VM PNETLab

  1. Upload file OVA PNETLab ke direktori /root Proxmox.

  2. Ekstrak file: tar -xvf pnetlab.ova.

  3. Import ke VM: qm importovf 100 pnetlab.ovf local-lvm --format qcow2.

Langkah 3: Konfigurasi Hardware di Proxmox GUI

  • CPU: Edit Processor -> Type: host (WAJIB).

  • Memory: Minimal 8192 MB (8GB) atau lebih sesuai kebutuhan lab.

  • Network: Pilih VirtIO, dan matikan opsi Firewall agar traffic lab tidak terhambat.

Langkah 4: Setup Jaringan & Login Pertama

  1. Jalankan VM dan buka web ui nya pakai http://ip atau https://ip

  2. Ikuti wizard: set Password Root, Hostname, dan DNS Server (gunakan 8.8.8.8) agar Captcha muncul.

  3. Akses IP PNETLab via browser. Pilih Mode: Online untuk login pertama kali guna aktivasi lisensi offline.

  4. Jika Captcha tidak muncul, pastikan VM bisa ping google.com, dan jika nanti tidak bisa mode online juga, aksesnya wajib ke http dulu, dan jika ketika sudah login dia blank putih, harus pakai http juga 

Langkah 5: Menambahkan Image Perangkat (Cisco/Mikrotik)

Gunakan WinSCP untuk upload file ke direktori berikut:

  • Cisco IOL: /opt/unetlab/addons/iol/bin/ (Jangan lupa sertakan file iourc).

  • Mikrotik/QEMU: /opt/unetlab/addons/qemu/mikrotik-<versi>/ (Rename file jadi hda.qcow2).

  • Dynamips: /opt/unetlab/addons/dynamips/.

Daftar Perintah Penting (Command Reference)

Berikut adalah perintah-perintah CLI di console PNETLab yang sering digunakan beserta penjelasannya:

CommandPenjelasan
/opt/scripts/repair_permissions.shCommand Paling Penting. Menyeimbangkan owner dan permissions semua file image agar node bisa di-start.
df -hMengecek kapasitas disk. Gunakan ini jika PNETLab mengalami "White Screen" akibat disk penuh.
nano /etc/resolv.confMengedit konfigurasi DNS secara manual jika PNETLab tidak bisa konek internet/captcha.
rm -f /opt/ovf/.configuredMenghapus status konfigurasi agar wizard setup (IP/DNS/Password) muncul kembali saat reboot.
systemctl restart apache2Merestart layanan web server jika tampilan GUI PNETLab error atau putih.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Konfigurasi Routing OSPF Dan EIGRP, Sampai Bisa Saling Berkomunikasi